Review Film : Sweet 20

Sejak beberapa bulan lalu trailer film Sweet 20 udah wara wiri di XXI, dari awal sudah sadar kalo ini film remake dari Film Korea berjudul Miss Granny yang box office di Korea tahun di 2014 dan ditayangkan di Blitz 2014 (udah nonton). Gw ga akan membahas cerita detail film ini karena menurut gw film ini layak ditonton di bioskop dan jangan dikasi contekannya, jadi gw hanya akan membahas sisi remeh temeh ga penting yang bisa gw bahas selaku penonton awam yang bayar sendiri.

IMG_9358

Pemainnya ciamik semua ya, dari Slamet Rahardjo hingga Morgan Oey, dari Widyawati, Tatjana Saphira sampai Alexa Key

Film yang diadaptasi dari Film Miss Granny yang meraih sukses di Korea ini merupakan film kerja sama antara Korea (CJ Entertainment) dan Indonesia (Starvision) terlihat dari munculnya nama Korea sebagai crew film. Film ini memang dipersiapkan dengan baik, terbukti dari pemilihan pemeran yang cukup pas dengan akting yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi seperti Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Hengky Soelaiman, Rudy Wowor, Widyawati, Niniek L Karim, Rima Melati, Rina Hasyim, Cut Mini hingga si cantik muda berbakat Tatjana Saphira sebagai pemeran utama.

Selain pemeran yang mumpuni, film ini skenarionya ditulis oleh Upi, tau khan Upi, penulis skenario, sutradara dan produser yang menghasilkan banyak film bagus Indonesia di antaranya tusuk jelangkung (screenplay), Coklat stroberi yang kontroversial, hingga 30 hari mencari cinta yang melambungkan nama Nirina Zubir (soundtracknya bagus banget menurut gw). Selain itu film ini  disutradarai oleh Ody C Harapan yang sebelumnya pernah menghasilkan fil Me vs Mami, Kapan Kawin dan Kawin kontrak. Bisa kebayangkan seperti apa film jika dikerjakan oleh kedua orang ini

Meskipun film ini diadaptasi dari film korea, tetap saja film ini disesuaikan dengan kondisi kehidupan di Indonesia ditandai dengan dimulai dari adegan pembuka nuansa lebaran, kebiasaan nonton youtube, check facebook, mertua yang ngoceh mulu soal masakan menantu, anak perempuan yang belum menikah, orang tua yang membangga banggakan anaknya hingga kebiasaan nonton sinetron yang pas seru-serunya ditunggu lama dialognya eh malah bersambung.

IMG_9368

Moment keluarga yang akan selalu dirindukan

Dari sisi akting, gw suka dengan Tatjana Saphira di film ini, dia bisa keluar dari potret gadis metropolitan masa kini yang sering dia perankan sebelumnya. Di film ini Tatjana Saphira tidak hanya menampilkan wajah yang cantik klasik berpinggang ramping bak artis 50an Mieke Wijaya idola si nenek Fatma dengan tatanan rambut berpunduk dengan ujung rambut keluar seperti cumi cumi berpadu padan manis dengan  baju polkadot lengkap dengan scarf di leher atau bandana di rambut punduk, persis seperti Audrey Hepburn di masa kejayaannya dulu, tapi pacarnya Herjunot Ali ini (masi pacaran ga sih? ga ikutin lambe turah akhir-akhir ini) juga mampu menghadirkan jiwa nenek 70 tahun yang terperangkap dalam tubuh wanita muda 20 tahun dengan ekspresi dan gerak tubuh bahkan cara jalan, cara bicara nenek Fatma yang ceplas ceplos tapi juga berusaha untuk mengikuti tata bahasa Abg kekinian, bahkan di bagian adegan mengulang perjalanan hidup masa mudanya selaku janda satu anak di usia muda, garis-garis dan ekspresi kesusahan masa muda itu terasa menggugah perasaan. Dengan jujur menurut gw Tatjana Saphira belum bisa sekonyol Shim Eun Kyung dengan pipi chubby dan rambut keriting kecil ala nenek nenek korea di film Miss Granny, tapi gw rasa cukup sih untuk bisa menghadirkan nenek metal dalam tubuh gadis muda. Dan sejauh ini gw belum bisa membayangkan aktris muda 20an yang pas untuk posisi Fatma muda selain Tatjana Saphira

 

MV5BMjFlZTdhM2YtMDc4Zi00Y2Y5LWIwOGYtMjBlM2NhMGY2MzlhXkEyXkFqcGdeQXVyMjgzNTIxNDE@._V1_SX1000_CR0,0,1000,999_AL_

trend busana yang akan kembali hits di kemudian hari,

Siapa yang ga kenal dan kagum dengan akting Widyawati, aktris lawas ini tampil sebagai Nenek centil teman sekaligus musuh bebuyutan Fatma, satu peran berbeda yang ditampilkan oleh Tante Wid (sok ikrib)di film ini, beneran centil berkelas butuh perhatian dan kita tahu bahwa itu centilnya tante Wid. Bahkan adegan berantem dengan nenek Fatma dan Mieke tetap saja genit berkelas, ya itulah tante Wid peran apapun selalu berkelas.

IMG_9365.JPG

Moment gengges ketika Mieke menggusur Rahayu yang lagi nyanyi dipanggung menggoda pak Hamzah

Niniek L karim, sebagai Fatma tua hanya muncul di menit-menit awal dan akhir tapi tante satu ini seperti biasa aktingnya natural, natural rempes dengan ekpresi alami mertua yang serba merasa kurang. Ditambah dengan perselisihannya dengan Rahayu dan persahabatannya dengan Pak Hamzah yang cinta mati pada Fatma. Bahkan Bunga, anak Hamzah yang diperankan oleh Tika Panggabean dengan logat bataknya (nah gw bingung nih pak Hamzah ini orang batak atau Tika yang masih terbawa Saoda di sitkom OB ya, hmmm) berujar alasannya ga mau nikah karena malas ketemu calon mertua seperti nenek lampir Fatma 😂😂😂😂😂😂

MV5BNmI5MzE3YTQtNjA0NC00ZmVlLTk0NjQtM2I1YjZiMDIxZGI5XkEyXkFqcGdeQXVyMzMzNjk0NTc@._V1_.jpg

Nenek Fatma nan rempes

Lukman Sardi dan Cut Mini, meskipun porsinya sedikit tapi tidak mengurangi kemampuan akting mereka, sayangnya Cut Mini terlihat sangat kusam dan tua di film ini, ntah memang ditampilkan seperti itu atau menang mbak Mini lagi kurang ok pas syuting? Ntahlah.

Yang juara adalah aktingnya Om Slamet Rahardjo dengan rambut gondrong, motor Honda PS50 (kalo ga salah), helm tengkorak tapi kok ya melow baperan  dan punya kebiasaan nonton sinetron macam emak gw yang ga mau diganggu ketika lagi nonton sinetron, ibarat anak metal hati hello kitty . Di sinilah letak kuatnya Hamzah tokoh yang diperankan oleh om Slamet ini menjadi salah satu tokoh penting dan lucu dalam film ini, apalagi ketika menggoda Mieke dengan dandanan metal plus setangkai bunga.

tatjana-saphira-slamet-rahardjo-tika-panggabean_1497682895

anak kost – bapak kost- anaknya bapak kost

 

smallthumb_vidIdFC_17042017_034528

Gimana rasanya gadis cantik digangguin aki-aki, jual mahal tapi ya terpaksa juga mau dibonceng

Satu hal yang membuat gw geli adalah ketika moment Alan produser acara musik di stasiun TV SVTV (iya disponsorin oleh SCTV) yang diperankan oleh Morgan Oey lari slow motion menerobos hujan ketika mendengar suara Mieke Wijaya aka Fatma muda yang sedang menyanyi di tempat dansa yang dikelola oleh Rudi Wowor. Ditambah adegan langkah Alan dan Juna mengejar Mieke lari setelah selesai nyanyi terhenti di teras rumah hanya karena hujan, sedangkan Mieke tetap lari menerjang hujan. Bow…situ lakik suka pere tapi ya kalah sama hujan, yang ada diketawain kodok noh.

635319-remake-sweet-20.jpg

Alan – Juna – Hamzah, pria pria pengagum Mieke

Menyesuaikan dengan Film aslinya, beberapa lagu lawas tembang kenangan diremake lagi seperti Layu Sebelum Berkembang karya A Riyanto , Payung Fantasi, Bing (OK, Semua lagu itu gw tau dan gw nyanyi ya krn lagu sering dinyanyikan emak di rumah dulu) yang dinyanyikan oleh Tatjana Saphira dengan cukup baik terlepas dia bukan penyanyi dan suara dia halus banget ya.

IMG_9370

Suaranya halus banget tapi oklah untuk bisa menyanyikan kembali lagu Bing karya eyang Titiek Puspa

Ada beberapa lokasi syuting yang ga gampang gw tebak lokasinya, gw musti mikir ini di mana karena diset dengan baik, dicat ulang dan dibikin beda membuat sentuhan Korea dalam film ini terasa jelas karena pihak CJ ikut andil dalam proses syuting, bahkan foto nenek Fatma ketika muda aja hampir seperti foto tahun 50an lengkap dengan bercak kuning kecoklatan, benar-benar detail pengerjaannya.

Selain nostagia, tertawa lucu ada juga moment mengharu biru yang membuat gw meneteskan air mata (film kedua setelah Kartini yang bikin gw 😥😥) adalah moment Fatma dan Aditya yang bikin baper kangen mamak. Moment singkat yang justru menjadi inti dari film ini, tentang rasa cinta dan sayang ibu ke anak cucu, penghormatan anak kepada ibu, tentang kesepian yang bisa menghampiri siapa saja, tentang kekhawatiran para orang tua akan berakhir di panti jompo, tentang perasaan terdalam seorang ibu, suatu pesan kuat bagi keluarga masa kini yang cenderung cuek seiring dengan menipisnya nilai bakti dalam keluarga.

Terlepas Sweet 20 remake dari Miss Granny, secara keseluruhan film ini cukup menghibur terutama di suasana lebaran yang identik dengan silahturahmi, pertanyaan ribet dan pamer dari sanak saudara. Makanya nonton ya film ini, kalo bisa bersama orang tua, bapak ibu, bapak ibu mertua atau calon bapak ibu mertua tapi yang versi Indonesia dulu ya supaya orang tua bisa nostalgia sekaligus dukung film Indonesia

149776726847747_700x467

Antara cinta dan sahabat dan orang tua yang galau

Saran gw, sebaiknya nonton versi Indonesia dulu sebelum nonton versi asli Korea yang lebih konyol, fashionnya lebih berwarna dan filmnya sendiri lebih penuh warna. Sangkin bagus dan konyolnya akting Shim Eun Kyung si pendatang baru ini menyabet piala untuk pendatang baru terbaik dan artis terbaik karena film Miss Granny.

IMG_9359

Senyum konyol Shim Eun Kyung yang membuat dia jadi artis terbaik

Setelah nonton yang versi Indonesia, nanti bisa nonton yang versi lain lagi versi Tiongkok dengan judul 20 Once Again (pernah tayang di Blitz), versi Vietnam,  versi Jepang, Thailand atau versi Filipina dan Amerika Utara dalam bahasa Inggris dan Spanyol yang akan tayang di November 2017 (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Miss_Granny)

 

Selamat menonton, selamat tertawa bersama orang tua

 

 

note : foto comot dari internet

Advertisements

Celengan Ayam pecah di GATF 2016

(WARNING : ADA TIPS AND TRICK UNTUK BISA DAPAT HARGA BAGUS DI GATF INI, BACA SAMPAI SELESAI)



Halooooo…..
Travel fair paling ditunggu datang lagi, iya Garuda Travel Fair 2016. Travel fair maskapai nasional Indonesia yang diadakan setahun 2x ini memang harganya bikin ngangak lalu senyum-senyum lalu … “Ok” sambil senyum-senyum. Serius.

Cek ombak, celengan pecah ga nih?


GATF april 2014 gw ga dapat apa-apa eh malah bikin kartu kredit BNI, persiapan GATF sept 2014. GATF Sept 2014 datang dan gw berhasil dapat tiket Jkt-Seoul di harga 4.7jt untuk Mei 2015, dapat tiket Jkt-Mdn untuk November 2014 di harga 980rb dan tiket promo Jkt-Medan Feb 2015 di harga 400rb. Senang donk harga segitu dengan salah maskapai terbaik dunia ini.

GATF April 2015 gw ga datang tapi sepupu gw berhasil dapat tiket Jkt-Seoul tanggal yang sama dengan gw di harga 5.1 iya karena ketika itu dollar lagi naik. GATF september 2015 dan GATF April 2016 gw juga absen karena lagi ga di jakarta dan ketika itu belum punya planning. Daripada geje mendingan ga datang deh 

Masuk gratis dengan GFF

 

Dan GATF Oktober 2016 ini gw datang dengan 2 lembar kertas berisi tanggal, destinasi dan perbandingan harga maskapai lain, web garuda dan travel apps lainnya. Dan 2 lembar kertas itu gw kerjakan kamis malam jam 23.00 – 1.30 setelah pulang ngopi dengan salah satu sahabat gw. Gilak khan, emang, itu efek sagitarius dalam diri gw, random dan spontan.

Kalender libur 2017


Berbekal 2 lembar kertas hasil kerja keras sambil ngantuk tadi malam, gw datang ke JCC diantar babang gojek yang muter-muter ga jelas bikin pantat pegal. 

Gw ga ngeh kalo Happy Hour (diskon lebih lagi) ada di jam 10.00-13.00 dan jam 16.00 – 18.00, pengalaman gw di GATF 2014 itu jam 18.00-20.00 dan gw nyampe jam 18.00 taunya Happy Hour udah lewat. Harga Jakarta Amsterdam April 2017 itu 9.850.000 kalo happy hours bisa 9.250.000 lumayan khan 600.000 bisa buat beli tiket domestik one way (tergantung rute). Tapi gw ga berkecil hati karena semua rute yang gw mau ga berlaku happy hour, happy hour hanya untuk rute internasional saja sodara-sodara.

Malam ini ga rame, ga seperti yang beredar di medsos “gilak rame parah, padat macam sarden” malam ini malah selow dan nyaman. Ternyata rame karena happy hour dan ikutan antri cash back Rp 1.000.000 buat 300 orang yang beruntung. 

Seperti ada tangan yang menuntun gw berhenti di boothnya Obaja Tour, gw melewati Dwidaya, Smiling Tour, Avia, Bayu Buana. Nyamperinnya Obaja Tour aja. Aneh rasanya. 

Ok, baiklah kita mainkan saja yang mana yang cocok. Kebetulan gw udah punya contekan dan trip yang harus gw lakukan dalam waktu 2-4 bulan ke depan. Gw menghabiskan waktu hampir 1.5 jam duduk depan mas travel officer Obaja Tour yang diledekin mirip alm Mike Mohede sama teman-temannya. Kirain bakalan cepat ya karena udah ada contekan jelas, taunya tetap aja hampir 1.5 jam, termasuk cari harga tiket titipan teman gw di Doha buat 6 org keluarganya ke Amsterdam di April 2017. Dan teman gw di WA minta tolong gw ke Obaja Tour untuk cek harga buat titipan dia ke orang Obaja kenalan dia. 

Duarrrrrrrrrr…..

Serem ga sih, gw yang lagi duduk di Obaja Tour cek harga ini itu, teman gw di Doha WA bilang “ke Obaja aja ya ketemu teman gw yg namanya Nurul” sinjing, agak horor ya, lebih horor lagi kalo gw sebelum WA itu udah di Obaja dan ngobrol sama Nurul, 😱😱😱😱😱😱😱

Tadi Malam ga serame yang dibilang medsos


Melupakan peristiwa agak magis itu, gw akhirnya deal dengan harga yang menurut gw sangat-sangat bagus untuk rute yang biasanya mahal. Deal yang bikin gw nganggak tersenyum bahagia. 4 perjalanan sekaligus, semuanya perjalanan yang harus gw lakukan : ketemu bapak di kampung, kawinan sepupu di Palembang, kawinan teman di Kupang dan random trip 2016 yang akhirnya mantap tadi malam (ke mana nanti aja ya diceritakan)

Ketika awal-awal nanya harganya masih mahal dibanding beli lewat nusatrip.com di jadwal,rute dan maskapai yang sama : Garuda, sempat gw skip karena selisih 150rb, ihk itu sih sama dengan ongkos taksi/bus kalo ngetrip nanti. 

Lalu mulai nanya rute lain dengan jadwal yang sama, dan bandingkan dengan contekan dengan maskapai lain di nusatrip.com dan traveloka. Hasilnya mengejutkan dan bikin “ok mas, bungkus” tiket Jakarta-Nias dengan Lion/Batik di harga 2.8 juta dan Garuda via web 3.8 juta tapi tadi gw dapat di harga……dua juta empat ratus ribu rupiah, Rp. 2.400.000 atau 2.390.000 setelah diskon (minta diskon ya).  

Bungkus mas, bungkus… 

Dan Pecahlah celengan ayam.

CELENGAN AYAM PECAH…PECAH….

Lanjut dengan tiket ke rute yang lain lagi-lagi bikin gw “BUNGKUS!!!” Udah 3 dibungkus, tinggal 1 lagi nih yang belum. 

Karena gw udah punya list bahkan simulasi rute gw bisa mengusulkan masnya untuk cari harga tiket dengan rute alternatif yang gw bikin yang bikin masnya heran kok kepikiran ya gw alihkan rutenya dan harganya murah plus bisa diconnecting dan direct (padahal rute alternatif ini hanya 2x sehari yang direct sisanya transit)

jakarta -Singapura di weekend ga promo, 2juta sekian, ogah. Gw bisa dapat 1.1 juta dengan tigerair iya sih tanpa makan, tapi ga munafik gw bukan tipe orang yang mau gaya-gayaan, menyesuaikan dengan kemampuan gw aja. Ga usah ngehek pengen maskapai mahal tapi sebenarnya ga mampu malah ngutang. Makan tuh gengsi bayar tuh utang. Piknik yang bikin panik itu namanya

Akhirnya kami deal untuk 4 tiket pp atau 11 tiket single (2 transit yang wajib dan 1 transit yang dimodifikasi). Dan sebagai cici-cici gw nawar donk minta diskon lagi dan berhasil dapat diskon Rp.54000 dari total penawaran awal atau Rp. 1.798.000 dari maskapai yang suka telat atau 2.926.700 dibanding Web Garuda (selisih paling besar ya JKT-GST Rp. 1.472.000 busetttt seharga tiket ke mana gitu) atau Rp 870.411 lebih hemat dibanding pake travel apps (gw pake Nusatri karena Traveloka kalo maskapai lagi promo maskapai itu ga muncul di traveloka)

Gilak ya gw bisa hemat seharga tiket Jakarta-Palembang (kurang Rp 19.589) dibandingkan pakai apps. Benar-benar deal yang membahagiakan. Mas Mike Obaja sampe bilang “mbak semua rute yang mbak pilih ini rute yang biasanya mahal dan ga masuk promo tapi ini harga terbaik yang pernah ada untuk destinasi pilihan mbak di tanggal menjelang liburan”

Perbandingan harga contekan vs hasil minta diskon di GATF

Dari kebahagiaan tadi malam, nih tips and triknya :

Happy Hour hanya di jam 10.00-13.00 dan 16.00-20.00 di semua booth hanya untuk rute internasional.

Pake credit card BNI bisa installment 6 bulan untuk transaksi di atas Rp.1.000.000 dan hingga 12 bulan untuk transaksi di atas Rp. 5.000.000. Hati-hat ya untuk bikin installment, jangan sampai trip udah selesai masih nyicil, itu ga sehat. Punya gw installment 6bulan hingga Maret dan perjalanan terakhir itu di bulan Feb jadi masi masuk akal menurut gw. Buat gw kartu kredit adalah alat penundaan pembayaran bukan alat utang jadi dibayar full tagihan datang dan dicicil sesuai masa depresiasi (barang) atau berakhirnya trip, khan namanya nyicil artinya dinikmati sambil dibayar bukan dinikmati lalu dibayar belakangan. Be wise with money ya. 
Bawa catatan tanggal/jadwal dan rute perjalanan sehingga ga lama nyarinya dan fokus. Kecuali memang punya waktu kapan aja yang bisa dibuat pergi.

Bikin dan bawa perbandingan harga untuk rute, tanggal dan jam penerbangan menggunakan maskapai lain baik di applikasi travel seperti traveloka dkk atau web maskapai itu sendiri. Gw udah buat perbandingan seperti ini bahkan menbandingkan dengan web garuda sendiri, jadi ketahuan promo apa engga, murah apa engganya rute tersebut. Kebetulan gw dapat semuanya murah dan promo dan di bawah budget gw bahkan.

Nawar minta diskon. Dasar cici-cici gw santai aja tadi malam nawar ke mas Hajar dari Obaja Tour untuk harga tiket yang dia tawarkan, karena gw punya dasar perbandingan dengan maskapai lain dan budget gw. Apalagi gw deal 4 tiket pp atau  11 tiket single, yakin mau gw pergi ke tempat lain dan dia kehilangan 9.1 juta? Gw tantang aja “mas ga bisa turun lagi harganya? Masa mahalan pameran daripada web sih?” “Diskon donk mas, ini khan beli tiket banyak” Langsung masnya senyum-senyum sementara gw main kalkulator. Darah ga boong ya 😂😂😂😂😂

Pilih rute direct karena biasanya yang direct mahal dan bisa jadi murah di sini. Dan lebih hemat waktu perjalan khan ya
Jangan potong penerbangannya terpisah menjadi 2 tapi langsung aja. Kalo penerbangannya harus transit, jangan potong penerbangannya menjadi penerbangan terpisah kota asal-transit dan transit-kota tujuan, harganya jadi mahal. Jakarta-Gunungsitoli transit Medan hasilnya akan lebih mahal jika dipecah Jakarta-Medan dan Medan-Gunungsitoli karena yang mahal justru Medannya. Kalo digabung maka harganya akan ikut ke harga tujuan yang tadi gw dapat selisihnya 200rb lebih murah jika Jakarta-Gunungsitoli.

Punya alternatif rute. Jakarta- Labuan Bajo dengan garuda akan secara otomatis dibuatkan transit Bali yang pasti mahal banget. Minta petugas travel untuk alternatif transit yang lebih murah, waktu tunggu ga lama dan bisa diconnecting. Mas petugasnya sampe heran ketika gw minta labuan Bajo – Jakarta via Kupang yang surprisingly bisa diconnecting, waktu tunggu 5jam bisa ketemu teman dulu, direct flight dan harganya selisih Rp 300.00 jika via Bali. Voila….

-Bisa pre-order ke tour and travel yang berpartisipasi tanpa harus datang. Kalo gw sih mendingan datang bisa minta diskon, bisa liat penawaran lain seperti paket wisata atau lagi cari perlengkapan travelling seperti ransel atau koper

-Selain kartu kredit rekanan GaTF, bisa pake kartu kredit lain tapi kena charge 3% lumayan lho jumlahnya, mendingan apply Kartu kredit BNI/BCA (yang sering jadi rekanan promo travel fair) atau kalo duitnya udah ga berseri, bisa lho bayar tunai.


sampai jumpa di GATF 2017

Sekian hasil pecahin celengan ayam di GATF tadi malam. 

Silahkan ditindak lanjuti.

GATF 2016 di kota besar Indonesia


Salam bahagia menatap nanar celengan ayam yang sudah dipecahkan

MainMelulu

Random Trip 2016

Bentar lagi Desember datang dan Random Trip segera datang. Perjalanan batin, spiritual dan healing yang selalu mampu merekatkan hati pikiran dan jiwa, selalu.

Dari beberapa bulan lalu, teman-teman yang mengenal gw pasti nanya “mau ke mana lagi habis ini?” “Desember mau random trip ke mana?” Gw hanya bisa tersenyum karena sejujurnya gw ga tahu gw mau ke mana. Yang gw tau mulai dari tanggal 20an Desember sampai awal Januari gw pasti pergi, ntah ke mana.  

Bukan sok-sok asik, sok random, sok spontan tapi 2x gw merencanakan dari 2 bulan sebelumnya, selalu gagal malah tiba-tiba pindah tujuan, tujuan yang ga biasa yang penuh dengan keajaiban, random serandom randomnya.

Justru waksit yang tiba-tiba ini yang membuat perjalanan ini menjadi perjalanan penuh makna, penuh cerita, penuh keajaiban, penuh kebaikan yang menuntun gw sepanjang tahun di depan. Aneh tapi nyata banget. Pernah kucing kucingan sama polisi di Lama ketika random trip ke Bangladesh 2009. Pernah ketinggalan Merapi ketika Random trip 2012. Pernah ditongkrongin sama pemilik hostel karena pulang malam dan belum beli tiket ke kota lain ketika random trip 2014, pernah mendadak sakit hampir pingsan di random trip 2016. Macam-macam, aneh-aneh tapi semuanya gw perlukan untuk kehidupan gw setahun ke depan.

Jadi random trip 2016 belum diputuskan, karena lagi nimbang celengan ayam, liat peta dunia dan menunggu tuntunan dari yang punya hidup ini.

Kita tunggu saja.
Mainmelulu

Review : Athirah

Beberapa tahun lalu gw pernah lihat novel Alberthiene Endah berjudul Athirah di Gramedia, sempat membaca beberapa halaman, ga selesai dan ga dibeli juga bukunya, ntah karena apa, lupa.

Setelah kesuksesan Ada Apa Dengan Cinta 2 beberapa waktu lalu, Mirles Film kembali dengan film Athirah yang katanya lebih duluan selesai dibandingkan dengan AADC 2. Terus terang gw ga tertarik nonton Athirah bukan karena trailernya kurang di bioskop atau promosinya kurang, tapi karena “ahk palingan kaya AADC, banyak ngomong dan kurang tersampaikan” Iya, AADC 2 (Cinta) kebanyakan ngomong yang (agak) ga penting dan akting Dian Sastro ga sebagus dulu, gw ga melihat Cinta yang dewasa, matang yang benci tapi rindu pada Rangga, galaunya kurang megang, menurut gw ya 😂😁😜

Lalu ga sengaja baca review Cenayang Film tentang teduhnya film yang dibintangi oleh Cut Mini ini membuat gw mikir ulang untuk nonton. Mau nonton ga nonton akhirnya gw putuskan nonton tadi malam. Dan keputusan nonton itu tidak salah, banyak hal dalam film ini yang menyentuh gw. Banyak adegan sederhana penuh makna, warna dan artistik yang cantik, akting yang mampu menyampaikan kesedihan, kegelisahan, amarah, kekecewaan, ketakutan, kegalauan dan kebahagiaan hati seorang perempuan. Kekuatan seorang wanita, anak, ibu dan istri yang digambarkan oleh Cut Mini hanya dengan mimik muka tanpa banyak kata. Kekecewaan seorang Ucu, anak remaja yang menjadi saksi perjalanan hidup sekaligus pendukung Emma (Athirah)

Seperti halnya Laskar Pelangi dan film-film Miles lainnya, mata dimanjakan dengan pemandangan cantik alam Indonesia, Sulawesi Selatan kali ini. Alam Sulawesi Selatan tidak diumbar berlebih (gw suka dengan tebing-tebing di perjalanan menuju Bone dan sawah), budaya Bugis Makasar yang hadir lewat bahasa, logat, makanan, pakaian, penggalan acara pernikahan, tari-tarian, musik dan sarung. Promosi wisata budaya yang tertanam dalam benak penonton tanpa disadari. Dan tidak ada gimmick atau promosi terselubung salah tempat di film ini (Promosi produk salah tempat paling banyak ada di film Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, ya kali tahun 20an ada chocolatos Garuda Food 😏😁😂😜)

Score sepanjang filmnya membawa gw pada tahun 50-60an, tahun ketika bapak-ibu gw aja baru lahir. Soundtrack “Ruang Bahagia” oleh Endah n Rhesa dengan lirik sederhana penuh makna sangat teduh seteduh film ini https://youtu.be/rDw2xApyODU

Gw bukan ahli sinematografi atau perfilman, hanya warga kelas menengah yang kebetulan ga ngehe yang hobi nonton (oya tadi malam gw sampai nonton 3 film : Magnificent Seven (brillian), Warkop DKI Reborn (yang garing) dan ditutup dengan Athirah (teduh, banget)

Ada beberapa hal yang menyentuh dalam film Athirah, terutama sosok Athirah sendiri :

1. Menjadi  kuat adalah pilihan wajib

Film dibuka dengan Athirah dan Puang Ajji yang meninggalkan Bone menuju Makasar mencari dan memulai kehidupan baru, Athirah muncul bahkan hingga akhir film, sebagai sosok kuat, membantu usaha suami yang di tengah jalan perjalanan kehidupan rumah tangga berpaling dan melabuhkan hatinya pada wanita lain. Sepanjang pengetahuan gw, ga ada wanita yang mampu tersenyum bahagia tulus ketika pasangannya membagi cinta pada wanita lain, kekalutan dan kesedihan itu juga melanda Athirah. Tapi Athirah memilih untuk menjadi kuat buat dirinya sendiri dan anak-anaknya

2. Keluarga adalah segalanya

Jaman dulu bercerai adalah hal yang tabu terlepas wanita adalah pihak yang dirugikan. Beda halnya dengan jaman sekarang, beda cara pandang aja teriak “CERAI” dengan mengatasnamakan kebahagiaan, kebahagiaan diri sendiri. Memang jaman berubah dan itu pilihan, tidak salah tidak benar, semuanya relatif. Mampu bertahan secara lahir dan batin juga finansial dikarenakan bagi Athirah keluarga adalah segalanya, dia melakukan apapun untuk mempertahankan keluarganya yang dia tahu sudah tak utuh lagi meskipun mengorbankan harga diri, menerima dimadu. Pertanyaan menggelitik “apakah kita mampu dan mau mengutamakan keluarga dia atas keinginan dan kepentingan kita? seperti berhenti kerja demi mengurus anak? Berhenti main henpon saat bertemu keluarga? Telpon orang tua yang jauh di kampung?

2. Hidup adalah perjuangan

Rasa benci, marah dan kekecewaan tidak membuat Athirah kehilangan cintanya pada Puang Ajji. Segala cara diupayakan, mulai dari tetap menatap penuh cinta, minta pertolongan dukun (yang gagal dieksekusi karena ga yakin) hingga hamil lagi, demi mempertahankan Puang Ajji tetap di rumah yang ternyata tetap pergi  ke rumah madunya. Athirah memperjuangkan cintanya hingga akhirnya ia terluka melihat pria yang dicintainya diperjuangkannya malah tidak melihat perjuangannya, malah menggandeng madunya di depan umum. Athirah berjuang semampunya sampai akhirnya dia berhenti dan move on memperjuangkan bagian lain kehidupannya.

3. Galau berkelas

Sepanjang film gw melihat dan memahami kegalauan, kekecewaan, amarah dalam diri Athirah. Dia hancur tapi dia ga membiarkan dirinya dimakan emosi lalu mengeluarkan sumpah serapah apalagi melabrak, jambak-jambakan dengan madu suaminya. Malah madunya yang insecure galau nyerang Athirah lewat surat penuh protes yang membuat Athirah emosi tapi sangat berkelas untuk tidak terpancing umpan pertengkaran yang dilempar wanita kedua dalam perkawinannya. Perempuan ketje itu galaunya berkelas shay, ga maki-maki, ga curhat sama sini, ga umbar aib, ga panggil infotaiment, ga ngelabrak, ga jambak-jambakan, ga bikin vlog nangis memelas  atau status-status galau yang membuat orang lain kepo lalu menonton drama kehidupan ini. Athirah paham bahwa perempuan hebat tidak akan menghancurkan dirinya sendiri tapi mengubah emosinya menjadi energi positif bagi dirinya dan orang lain (jual sarung bugis)

4. Perempuan adalah tiang keluarga dan budaya

Athirah adalah sosok wanita yang tak akan lekang digerus jaman dan keriput apalagi amarah. Athirah menjalankan peran kehidupannya sebagai anak mak kerah, ibu Ucu, Istri Puang Ajji, pembina pengrajin sarung Bugis, pedagang, koki di rumah, guru budi pekerti bagi anak-anaknya. Tugas dan peran yang cukup complex yang mampu diemban seorang wanita, menjadi penyangga keluarga, budaya, adat dan tradisi. Gw pernah memgenal seorang perempuan seperti ini dalam hidup gw, ibu gw, penopang keluarga garity, guru kehidupan budi pekerti, sopan santun dan adat istidat dalam hidup gw. Keinginan dan cita-cita gw, bisa seperti dua wanita hebat itu. Semoga.

5. Kasih
Puang Ajji boleh saja tak cinta lagi pada Athirah, tapi Athirah tetap memiliki cinta dan kasih pada bapak dari 5 orang anaknya. Ketika Puang Ajji hampir bangkrut, Athirah menyerahkan semua perhiasannya untuk membantu keuangan  Puang Ajji, semuanya. Ketika Puang Ajji balik rumah, Athirah tetap menerima Puang Ajji sebagai suami dan kepala keluarga, mengeluarkan perlengkapan makan yang sekian lama absen di meja makan, seakan-akan Puang Ajji tidak pernah pergi. Bahkan ketika orang-orang bertanya ke mana suaminya, ia tidak umbar aib malah menutupi kekurangan dan ketidaksempurnan suami hanya untuk dia dan kelurganya. Kasih memang mengalahkan segala sesuatu (1Kor 13:4) Pertanyaan mengelitik, apakah kita manusia modern yang penuh pencapaian, masi memiliki kasih ketika orang yang kita cintai melukai kita? Ntahlah.

6. Kemandirian finansial

Athirah mengajarkan kita wanita-wanita penuh prestasi masa kini untuk punya usaha/pekerjaan hingga simpanan uang ataupun investasi untuk dana cadangan di kemudian hari ketika kita atau pasangan kesusahan. Soal usaha/pekerjaan sampe tabungan dan investasi rasanya ga perlu dibahas lebih, anak muda sekarang 18 tahun aja udah punya penghasilan 32jt/2mg dari hasil endorse di instagram, udah bisa beliin pacarnya mobil mewah sebagai hadiah ulang tahun dan tanda balikan.

7. Tiap orang punya cara dan standarnya masing-masing

Kita manusia modern masa kini cenderung hidup dalam standar orang lain yang secara tidak sadar kita terapkan dalam kehidupan kita, ntah siapa yang nyuruh tapi itu kenyataannya. Kita melihat kehidupan baik dan bahagia orang lain yang penuh keglamoran, kemewahan, kemudahan, kenyaman yang membuat kita yang lihat minder, berasa butiran debu remahan peyek, remuk terkubur di bawah tanah. Kita lupa tiap orang punya cerita sendiri, punya susah senang sendiri, punya perjuangannya sendiri yang ga perlu dibandingkan dengan orang lain. Kita cenderung menatap ke atas jarang melihat sekeliling apalagi ke bawah, membuat kita menjadi kelas menengah ngehe yang ke atas tak mampu ke bawah tak mau. Athirah mengajarkan dan mengingatkan saya untuk kembali kepada standar hidup mula-mula, nilai hidup kebahagiaan sederhana menurut ukuran gw sendiri yang ditanamkan ibu gw sejak kecil yang hampir saja gw lupakan.

yang sedang-sedang saja

Film ini ditutup dengan senyuman manis tulus Athirah berkebaya brokat lembayung (baju-baju Athirah cantik nan sederhana, ya iyalah Chitra Subianto yang tangani ya ciamik ya), rambut dicepol dan kalimat “Athirah menemukan kemenangannya dengan caranya sendiri
Terima kasih Miles sudah menghadirkan Athirah dan mengingatkan saya bahwa tiap orang punya kemenangan dan kebahagiaan dengan caranya sendiri

Salam kemenangan cara sendiri

mainmelulu


Main ke Sumbawa

Tiga minggu lalu ketika otaknya lagi iseng, terbesit keinginan untuk piknik lagi, padahal ya baru juga balik dari Khilaf trip di Bali sama genk khilaf. Tetap aja rasanya butuh piknik lagi.

Liat kalender eh ada tanggal merah, ya udah mari berkhayal mau piknik ke mana lagi kali ini. Sempat terpikir mau ke Hongkong mumpung Cathay Pasific promo. Ternyata harga tiket Jakarta – Hongkong di tanggal yant gw mau udah Rp 6juta aja pulang pergi. Coret! Uhm ke mana ya. Eh Garuda juga ada promo tapi ya kurang ok untuk tanggal yang gw mau. Tergoda untuk ke Sabang dengan paket Garuda. Setelah cek-cek jadwalnya kurang ok. Dan……tengah malam muncullah nama Sumbawa di kepala. Random 😁😁😁😁

Lalu cek jadwal penerbangan Jakarta-Sumbawa yang ternyata harus transit ke Lombok, cek mau ekspore daratan Sumbawa atau pulau-pulau sekitar sumbawa. Dan pilihannya jatuh pada eksplore pulau-pulau sekitar sumbawa mumpung cuaca lagi bersahabat ombak lagi kalem.

Jadi diputuskan main ke Paserang-Kenawa dan Moyo plus island hoping di Lombok Barat
Nih dikasi dulu contekan fotonya sambil nunggu cerita dan itinerarynya.

Stay Tune

MainMelulu

Lembaran baru, Pindah di mari

Halooooooo

Akhirnya gw bikin juga blog (baru) setelah piknik ke sumbawa yang dikomen dan ditanyai oleh teman di facebook. Iyak akhirnya gw mutusin bikin blog hari ini di sela-sela kerjaan yang bejibun tapi otak ga mau diajak kerja, ya udah bikin blog aja dulu.

Sebelumnya pernah ada teman di Facebook yang tiba-tiba message gw di facebook cman bilang “udah saatnya bikin blog untuk review ini itu daripada cman foto doank”. Gw cman ketawa doank, karena malas aja nulis padahal gw punya banyak waktu kosong (yang baru gw sadari sekarang) yang gw pakai main game dan browsing. Padahal khan kalo rajin nulis gini udah bisa jalan-jalan gratisan dari dulu gw 😂😂😂😂😂😂 eh kok ya mental murahan yak hahahaha.


Beklah akhirnya gw bikin blog baru ini buat bagi cerita main-main gw selama ini yang suka muncul di Ig dengan #mainmelulu dan akhirnya MainMelulu dipilih sebagai nama taman bermain baru. Terlalu banyak sampai gw bingung mulai dari yang mana ya, apakah mau ngurut dari awal atau seingatnya saja. Ahkk kalo milih yang mana duluan, dijamin gw ga bakalan nulis, banyak alasan untuk ga mulai jadinya.

Ya udah gw mulai aja dari piknik ke Sumbawa dua minggu lalu, menyusul leye-leye di Gili, Khilaf trip sampai ke random trip ke Bangladesh.
MainMelulu